Berkata Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi'i ketika menjelaskan salah satu hadits riwayat Muslim,
“…Kalau mungkin dihilangkan dengan pengobatan maka wajib dihilangkan. Jika tidak memungkinkan kecuali dengan melukainya di mana dengan itu khawatir berisiko kehilangan anggota badannya, atau kehilangan manfaat dari anggota badan itu, atau sesuatu yang parah terjadi pada anggota badan yang tampak itu, maka tidak wajib menghilangkannya. Dan jikalau bertaubat ia tidak berdosa. Tapi kalau ia tidak mengkhawatirkan sesuatu yang tersebut tadi atau sejenisnya maka ia harus menghilangkannya. Dan ia dianggap bermaksiat dengan menundanya. Sama saja dalam hal ini semua, baik laki-laki maupun wanita.”
(Syarh Shahih Muslim, 14/332. Dinukil pula ucapan ini dan disetujui dalam kitab ‘Aunul Ma’bud, 11/225, dan Nailul Authar, 6/228)

Selasa, 05 Oktober 2010

Inilah Bahaya Gemar Membuat Tato & Tindikan

Minggu, 25 April 2010 - 11:06 wib
Adhini Amaliafitri - Okezone

Inilah bahaya gemar membuat tato & tindikan (Foto: Corbis)

JIKA Anda pencinta tato atau tindik tubuh, kini saatnya Anda menggigit jari. Pasalnya, tato ataupun tindik tubuh ternyata memiliki bahaya yang membuat Anda berpikir ulang melakukannya. Apa pasal?

Berdasarkan berita dari The Sun, seorang wanita di Caerphilly baru-baru ini meninggal karena keracunan darah dua hari setelah lidahnya ditindik.

Meski kisah-kisah menakutkan seperti ini sudah banyak terungkap, namun data publik figur yang melakukan "body art" di Amerika masih saja meningkat. Terbukti, sebesar 14 persen publik figur di Amerika menindik tubuh mereka dan hampir seperempat memiliki tato.

Selebriti seperti Angelina Jolie dan Megan Fox termasuk di dalamnya. Dan jumlah tato dan piercing salon di jalan-jalan menunjukkan bahwa angka tersebut terus meningkat.

Lantas, bagaimana dengan bahaya medis? Ada banyak. Dalam survei yang dilakukan di Inggris, sebanyak 95 persen dari dokter telah melihat komplikasi perforasi.

Semua orang tahu tentang risiko hepatitis B dan C-dan mungkin bahkan HIV-dari jarum suntik. Akan tetapi, bagaimana risiko tersebut berhubungan dengan seni tubuh.

Memang, tato dan tindikan biasanya dikaitkan dengan orang yang tengah menjalani hukuman penjara dengan gigi patah dan berbagai aktivitas yang mengambil risiko -seperti penyalahgunaan narkoba dan alkohol- yang terkait dengan risiko HIV dan hepatitis. Namun, waktu telah berubah. Kini, hal itu telah dianggap sebagai suatu seni tubuh yang sangat umum dimiliki, baik pria maupun wanita.

Meski begitu, Anda harus tau risiko yang harus ditanggung ketika memiliki beragam seni tubuh. Infeksi, contohnya, merupakan salah satu risiko yang harus dipersiapkan. Sebab, dilaporkan tetanus dan penyebaran zat beracun lainnya setelah "pengeboran" lewat aksi piercing dapat membahayakan jiwa.

Kuman kecil yang berada pada jarum, dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa. Bahkan, jika Anda menghindari kuman, karya seni tubuh terbaru yang terbuat dari logam atau cat masih bisa menghadirkan malapetaka.

Pembengkakan dan perdarahan adalah kasus yang umum dialami setelah piercing atau tato. Piercing dapat memakan waktu lama untuk masa penyembuhkan. Selain itu, tindikan dan tato dapat menyebabkan reaksi alergi berupa kemerahan, gatal, dan kekecewaan dalam bentuk pengharapan bahwa ia dapat menghabiskan uang untuk sesuatu yang lebih relevan.

Beberapa situs cenderung menjadi pemicu banyak orang tertarik melakukan tindikan ataupun tato. Padahal, tindikan pada telinga dapat bermain sampai tulang rawan, tindikan pada puting payudara juga dapat menginfeksi suatu implan, sedangkan tindikan pada lidah dapat merusak gigi.

Sementara itu alat kelamin, jangan pernah mencoba untuk mengutak atik dengan menaruh tato ataupun tindikan. Sebab secara harfiah, pada alat kelamin terdapat pembuluh darah, saraf, dan saluran kencing, di mana semua ini adalah anggota tubuh yang sangat berisiko tinggi jika ditindik.(nsa)

Source : http://lifestyle.okezone.com/read/2010/04/23/27/325789/27/inilah-bahaya-gemar-membuat-tato-tindikan


Bahaya Tato Bagi Kesehatan

03 Jul 2009

Tato menjadi populer saat ini. Tato sudah menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan penampilan. Tato bahkan dianggap dapat meningkatkan sensualitas.

Dulu, tato lebih sering ditemukan pada pelaku kriminal untuk menambah “keseraman” mereka. Namun kini kesan tato sudah tidaklah seram karena tato juga sudah menjadi bagian dari fashion.

Bahkan, tato dapat ditemukan di semua usia, dari anak kecil hingga orang tua. Bagian tubuh yang sering dijadikan tempat membubuhkan tato pada kaum permpuan adalah betis, punggung, dan lengan. Di zaman modern ini, tato pada kaum perempuan bahkan dapat di buat pada daerah sensitif seperti payudara, dibawah pinggul, dan dekat alat vital.

Bagi sebagian kalangan, tato merupakan bentuk karya seni yang dapat menjadi bagian dari gaya hidup, bahkan ada yang berpendapat bahwa tato juga bisa dijadikan sebagai metode alternatif pengobatan atau terapi.

Survey di salah satu media international beberapa waktu yang lalu menyebutkan, metode jarum untuk membuat seni tatto dapat menjadi teknik baru yang efektif untuk pemberian vaksin ke dalam tubuh manusia.

Dilihat dari dampaknya terhadap kesehatan, tato dapat menimbulkan resiko yang serius apabila tidak dilakukan secara tepat. Pembuatan tato yang tepat perlu memperhatikan 3 hal berikut, yaitu: kondisi, profesionalitas, dan kebersihan.

Menurut Dr. Sriyatti Sengkey, DK, ahli aesthetic, penggunaan jarum untuk tato sering tidak steril. Dan jika ini tidak diperhatikan, seni tato justru bisa jadi media menularkan beberapa penyakit seperti hepatitis, penyakit kulit dan bahkan HIV.

Ditambahkannya, banyak orang juga yang tidak mengetahui efek yang ditimbulkan oleh tattoo art. Kulit yang terkena tato bisa bengkak dan terjadi infeksi, sementara kulit yang sudah terkena tato sampai pada bagian dermis atau bagian paling dalam kulit, tidak bisa dikeluarkan lagi.

Menindik tato pada kulit dapat terkena MRSA, penyakit kulit yang mematikan. MRSA merupakan jenis bakteri yang tumbuh berkembang melalui penindikan tato oleh pihak ilegal. MRSA adalah jenis staphylococcus yang resisten terhadap methicilin. Penyebaran virus MRSA tampak dalam bentuk benjolan-benjolan kecil atau kulit yang meradang sehingga mungkin sekali menyebabkan terjadinya problema besar dan berbahaya seperti radang paru dan kanker darah. (prp/pit)

Source : http://www.rileks.com/lifestyle/trendz/healthy-life/25309-bahaya-tato-bagi-kesehatan.html